Kisah Cinta Bung Karno - Ratna Sari Dewi Yang Sangat Unik

 

Ratna Sari Dewi dengan ras Jepangnya nama asli Naoko Nemoto, merupakan istri kelima mantan presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno, lahir di Tokyo, tanggal 6 Februari 1940. Menikah dengan Soekarno pada tahun 1962 lalu mendaftar dengan nama lengkap Ratna Sari Dewi Sukarno, beralamat di Shibuya-Ku, Kamiyama-Cho, 31-1, Tokyo.


Bagaimana dengan Naoko Nemoto? Dia adalah geisha yang sempurna di mata Sukarno. Kecantikannya begitu mempesona, sehingga Soekarno tidak memiliki kekuatan untuk meredam hasrat cintanya yang membara. Gadis Jepang lahir pada tahun 1940, sebagai putri ketiga dari seorang pekerja konstruksi migran di Tokyo. Ia lahir dari keluarga sederhana, sehingga Naoko harus bekerja sebagai pramuniaga di sebuah perusahaan asuransi jiwa di Chiyoda, hingga ia lulus dari sekolah menengah pada tahun 1955.
Satu tahun kemudian, dia mengundurkan diri, dan menutup mata dengan profesi geisha di Akasaka Copacabana yang hebat, salah satu klub malam favorit yang sering dikunjungi oleh pengunjung asing. Soekarno datang ke klub ini pada 16 Juni 1959. Ia bertemu Naoko dan merasa jatuh cinta. Setelah itu Bung Karno masih bertemu Naoko dua kali di Hotel Imperial, tempat Bung Karno menginap. Namun versi lain menyebutkan, pertemuan kedua terjadi setahun sebelumnya, di tempat yang sama.


Usai tur selama dua minggu, Presiden Soekarno kembali ke Jakarta. Tapi sungguh, hatinya tetap di Tokyo ... hatinya melekat pada gadis cantik pemilik mata lembut menusuk dan senyum lekat abadi. Seperti biasa, Bung Karno mengungkapkan perasaannya dengan surat cinta. Sebuah respon cinta. Tanda tersebut ditangkapnya melalui surat balasan dari Naoko.
Tak lama kemudian, Bung Karno segera mengirim undangan ke Naoko untuk berkunjung ke Indonesia. Sukarno bahkan menemaninya dalam perjalanan ke pulau resor. Benih cinta bersemi di subur hati keduanya. Apalagi saat Naoko menerima lamaran dari Bung Karno, dan mengganti namanya menjadi nama Soekarno. Dari Naoko Nemoto menjadi Ratna Sari Dewi. Orang-orang kemudian memanggilnya Dewi Sukarno. Ada dua versi tentang tanggal pernikahan mereka. Ada yang mengatakan, mereka berdua menikah diam-diam pada 3 Maret 1962, bersamaan dengan peresmian penggunaan nama barunya: Ratna Sari Dewi mengikuti hak kewarganegaraan Indonesia. Sumber lain menyebutkan bahwa mereka menikah secara resmi pada Mei 1964. Diduga, sumber pertama yang benar.


Selain Bung Karno menikahi Ratna Sari Dewi, namun cinta Bung Karno begitu besar padanya. Jika ia menyatakan kepada Hartini untuk dimakamkan di samping makamnya, maka kepada Ratna Sari Dewi, Bung Karno menyatakan akan dimakamkan di lubang yang sama.


Padahal, Hartini dan Ratna Sari Dewi begitu emosional di hari-hari terakhir kehidupan Bung Karno. Hartini setia menemaninya hingga wafat. Hartini pun tahu, dalam keadaan setengah sadar kehidupannya belakangan ini, Bung Karno membisikkan nama Ratna Sari Dewi. Hal itu diketahui pula oleh Rachmawati.


Rachmawati, putri Bung Karno, salah satu yang paling intens mendampingi ayahnya di akhir hayat, luluh hatinya. Tak ada lagi perasaan "benci" kepada Hartini dan Ratna Sari Dewi. Rachma sadar, ayahnya menyayangi Hartini dan Dewi, begitu pula dengan ibunya, Fatmawati.


Kisah asmara Bung Karno - Ratna Sari Dewi melahirkan seorang gadis cantik bernama Kartika Sari Dewi atau akrab disapa Karina. Bung Karno memiliki kesempatan untuk mengayunkan bayi kecil Kartika, meskipun perjalanan hidupnya membuatnya tidak mungkin untuk mengesampingkannya tumbuh menjadi gadis cantik, cerdas dengan kehidupan sosial yang sangat tinggi. (Roso daras)
Sumber: http://direktori.kreatif.web.id

 

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post